Wednesday, 16 February 2011

FF SHINee : A Piece of Love at New Year Night (PART 3)

*lagiii (harus dibaca)

perlu diketahui juga kalaaauuuuuuu FANFICTION INI SUDAH PERNAH DITERBITKAN DI GRUP LOCKETS-Indonesia (Fanbase Indonesia For Key SHINee) dengan readers mencapai ribuan *LOL tapi nyata dan juga DIPOSTING DI FB AKUU. Jadi jangan coba2 mengcopy atau menyadur.
*plak, siapaa juga yang mau ngopy FF jelek kaya gini. hehehe



YANG GAK MAU KOMEN MENDING GA USAH BACA! 
ATAU SAIIA DOAKAN NGGA BAKALAN KETEMU BIAS.
*KEJEM AMAT*




Tittle                     : A Piece of Love at New Year Night (part 3)
Author                 : Ichaa Ichez Lockets
Cast                      :
. Kim Hyo Rin
. Kim Ki Bum (Key)
. Choi Minho
. Kim JongHyun
. Lee Jinki (Onew)
. Lee Taemin
Genre                   : Sad Romance

                Sebuah Mobil terparkir rapi di area parkir kampus. Ketika mobil itu masuk, banyak mata yang mengekor hingga mobil itu benar-benar berhenti. Dan semuanya tampak kaget saat mengetahui bukan hanya dua orang yang ada didalamnya. Melainkan 3 orang.
                “Dia…sedang apa dia disitu? Kenapa dia bisa datang bersama mereka?” bisik seorang mahasiswa.
                “Iya. Siapa dia? Apa dia mahasiswi disini? Aku tidak pernah melihatnya.” Sahut mahasiswa lain.
                Hyo Rin melangkah ragu melewati sekerumunan mahasiswa lain yang menatapnya tajam. Tatapan itu seperti mencemoohnya. Berbeda dengan tatapan untuk Key yang penuh kekaguman dari mahasiswa lain. Saat Key menyadari orang-orang disekitarnya menatap Hyo Rin dengan aneh, dengan lembut namja itu meraih tangan Hyo Rin dan menggandengnya menuju kelas.
                “Ah iya Hyo Rin, saat pulang kuliah nanti, biar kami mengantarmu lagi ya?”
                “Tidak usah Key, aku masih ada urusan yang harus diselesaikan.” Jawab Hyo Rin terbata.
                “Urusan apa Hyo Rin?” sahut minho.
                “Itu…” Hyo Rin salah tingkah. “Owh, sepertinya aku sudah terlambat. Aku harus segera masuk. Bye!” ucap Hyo Rin lalu pergi. Key dan Minho tidak sempat mencegahnya.
***
                Hyo Rin melangkah terburu-buru melintasi trotoar dipinggir jalan itu. Langkahnya semakin cepat  saat menyadari pukul 3 sore tinggal 5 menit lagi.
                “Ash! Kau terlambat lagi Hyo Rin!” bentak seorang ahjussi pada Hyo Rin, “Kau tahu ini sudah jam berapa?”
                Hyo Rin menoleh kea rah jam digital yang terletak diatas meja kasir. Pukul 15.02. Dia terlambat 2 menit.
                “Jeongmal mianhe ahjussi. Kebetulan tadi ada kuliah tambahan.”
                “Ck! Kau pikir permintaan maafmu itu bisa membuat pesanan roti langsung jadi?”
                Hyo Rin tertunduk dalam. Tidak mungkin ia menentang pemilik kedai roti tempat ia bekerja.
                “Sudah sana! Cepat kedapur dan buat cake coklat yang banyak. Aku yakin tak ada yang mau membantumu.” Ucap ahjussi sambil tersenyum sinis.
                “Aku mau.”
                “Siapa itu?” ahjussi menoleh kea rah pitu.
                “Key? sedang apa kau disini?” Hyo Rin terkejut melihat Key terseyum ke arahnya.
                “Kau tidak perlu khawatir ahjussi.” Key berjalan mendekat. “aku tidak meminta bayaran sepeserpun.”
                “Memangnya kau bisa masak?”
                Tawa key meledak saat mendengar pertanyaan ahjussi itu. “Kau tidak perlu meragukanku ahjussi. Aku ahlinya.” Ucapnya yakin.
***
                “Tidak seharusnya kau membantuku seperti tadi Key. aku jadi merepotkanmu.” Ucap Hyo Rin sambil berjalan pelan.
                “Anio Hyo Rin. Kau tidak merepotkanku. Aku senang bisa membantumu.”
                Hyo Rin tersenyum tipis. Dalam hati dia merasa heran, ‘apa benar aku sedang berjalan kaki bersama seorang Key sekarang?’
                Sejak tadi Hyo Rin mendengarkan setiap kata yang diucapkan Key dengan teliti. Nadanya berubah, tidak menggebu-nggebu seperti biasanya. Suara Key sekarang cenderung pelan dan juga tenang.
                Sesaat kemudian, mereka tiba disebuah taman di pinggir sungai. Key sempat memandangi keadaan disekelilingnya, sore itu terlihat  sepi sekali disana. Suasana terasa begitu sunyi dan juga tenang, yang terdengar hanya gemericik air dari aliran sungai yang hanyut perlahan. Di taman – belakang tempat berdiri sekarang – berjajar rapi pepohonan dan bunga-bunga taman yang tersenyum senang menyambut kedatangan mereka berdua.
                “Apa kau pernah kesini sebelumnya, Hyo Rin?” tanya Key sambil mempersilahkan Hyo Rin duduk disebuah kursi taman yang menghadap ke sungai.
                “Ne, dulu setiap tahun baru, aku dan keluargaku selalu datang kemari untuk melihat kembang api. Dari sini, luncuran kembang apinya jelas sekali.” Hyo Rin diam sebentar. “Tapi semenjak mereka pergi, aku tak pernah lagi mengunjungi tempat ini.”
                “Memangnya mereka pergi kemana?” tanya Key penasaran.
                Hyo Rin diam, dia bahkan tak menatap Key. Justru terhenyak melihat aliran sungai dengan raut  wajah yang sedih.
                Key mengerti maksud dari raut  wajah Hyo Rin tanpa harus mendengar penjelasan lebih lanjut. Walau tidak pasti, yang jelas keluarga Hyo Rin sedang tidak bersamanya sekarang.
                “Hyo Rin, aku membawakan sesuatu untukmu.” Key mulai mengeluarkan sesuatu dari dalam tas selempangnya. “Semoga kau menyukainya.”
                Hyo Rin terkejut menatap sebuah cake coklat yang diserahkan Key padanya, “Ini untukku?”
                Key mengangguk. “Ini sebagai ganti Cake coklatmu yang kumakan. Bagaimana? Apakah rasanya enak?”
                “Ne, rasanya sangat enak!” Ucap Hyo Rin semangat. Tanpa dia sadari, sebuah senyum simpul terpajang diwajahnya. Membuat jantung Key mendadak berdetak tanpa dapat ia kendalikan. 
“Apakah kau yang membuatnya?” tanya Hyo Rin, membuyarkan lamunan Key.
“Eh, iya. Awalnya aku sangat penasaran dengan cake buatanmu. Cake itu sangat enak. Sama seperti buatan nenekku.”
“Benarkah?”
Sekali lagi Key mengangguk. “Saking penasarannya, aku berkali-kali mencari toko kue dan menanyakan setiap resep di toko itu. Tapi aku tidak menemukan rasa yang sama…” Key menghentikan kata-katanya. “Sampai aku membeli cake di kedai tempatmu bekerja.”
“Mwo?”
“Haha, iya.” Key tertawa saat melihat keterkejutan Hyo Rin. “Aku juga melihatmu disana tapi kau tidak melihatku karena kau selalu berjalan menunduk.”
Bibir Hyo Rin mendadak bisu mendengar pernyataan Key, ia tak sanggup menanggapinya.
“Kuperhatikan, kau selalu berjalan menunduk dan tidak pernah membalas tatapan orang lain. Kenapa Hyo Rin?”
Kali ini Hyo Rin kembali melakukan pernyataan Key dengan menunduk dan tidak membalas tatapan Key. Tidak pernah ada sebelumnya yang berkata seterus terang seperti itu. Namun Key terbiasa berkata jujur.
“Padahal sebenarnya kau ini cantik Hyo Rin.”
***
                 Dengan cemas Key menunggu didepan mobilnya. Jarum di jam tangannya serasa tak bergerak karena lama sekali.
                “Tidak usah khawatir Key. dia pasti datang.”
                Tepat setalah itu, Key menangkap sosok Hyo Rin tengah berjalan ke arahnya. Membuat dia tersenyum lega.
                Sore ini Hyo Rin berjanji akan ikut Key dan Minho ke apartemen sebagai tanda terimakasih atas bentuan Key kemarin. Rencananya Hyo Rin akan makan malam bersama lima teman barunya. Hyo Rin berjanji akan memasakkan sesuatu yang enak untuk mereka semua.
                “Wah tidak salah lagi. Masakan noona memang enak. Bahkan 2x lipat lebih enak daripada masakan Key!” ucap taemin sambil melirik tengil kea rah key.
                Jjong mengangguk setuju.
                “Ya! Sudah untung aku mau memasakkan kalian setiap hari. Apa kau mau besok-besok tidak kubuatkan makanan lagi?”
                “Ani. Ani. Taemin, jangan bicara seperti itu. Kau mau kita mati kelaparan?” ucap Onew sambil mengacung-acungkan paha ayam yang tinggal setengah kea rah Taemin.
                “Tenang Hyung, noona pasti mau memasakkan untuk kita setiap hari.”
                “Mwo? Sejak kapan kau berganti umma, Taemin?” tanya Key tidak terima.
                Tawa Hyo Rin meledak mendengar perdebatan diantara mereka. Minho tersenyum menatap Hyo Rin penuh arti. Baru kali ini ia melihat Hyo Rin bisa tertawa lepas tanpa beban seperti itu.
                “Tanganmu, kenapa bisa biru seperti itu Hyo Rin? Apa ada yang menyakitimu?” tanya Jjong tiba-tiba. Membuat yang lain mengalihkan pandangan kea rah Hyo Rin.
                Hyo Rin reflek menutup tangannya dengan jaket. Gadis itu mendadak panik.
                “Katakan, siapa Hyo Rin? Siapa yang menyakitimu sampai tanganmu biru-biru seperti itu?” tanya key, kali ini dia mulai emosi.
                “Tidak. Tidak ada yang menyakitiku. Sungguh.” Hanya kata-kata itu yang keluar dari bibir Hyo Rin. Tak ada penjelasan lain. Membuat jawabannya menggantung.
                Tapi Hyo Rin sedang tidak berbohong. Dia berkata jujur namun tidak tahu bagaimana cara untuk menjelaskannya.
                “Gomawo Minho, karena telah mengantarku pulang.” Hyo Rin membungkuk lalu berbalik badan menuju rumahnya yang kini hanya berjarak 5 meter darinya.
                “Tunggu Hyo Rin.”
                Hyo Rin menoleh.
                “Ini, apakah ini milikmu?”
                Hyo Rin terperanjat melihat sesuatu yang baru saja minho keluarkan dari saku celananya. Sesuatu yang tidak seharusnya minho ketahui.
Sesuatu yang seharusnya tidak siapapun ketahui.
-To Be Continue-

7 comments:

  1. comment lagi.. jangan bosen ya unn kalo aku ngoment hahahaha.. tuh kan bener aku udah penasaran. pokoknya ff unnie itu bagus bagus banget. apalagi yg the sweet summer nangis aku unn. *lebey. prihatin ya unn sampek diplagiat gitu sabar aja.. hehe mian kepanjangen.

    ReplyDelete
  2. makasih saeng udah mau komen teruss *bow

    ReplyDelete
  3. Niceeeeeeee :D

    ReplyDelete
  4. Wah apaan ya? :O surat/apa?

    ReplyDelete
  5. apa yah yg dipegang minho? foto aku kali ya #plakk
    xD

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...